Pertama kali
Wanita
muda itu terkapar disudut kamar. Matanya nanar dan terlihat pucat. Aku langsung
berlari kearahnya dan mengangkatnya ke tempat tidur. Dan aku
bergegas menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
“Bagaimana dia
bisa seperti ini?’’ aku bertanya-tanya pada diriku sendiri. Lisa terlihat
sangat pucat dan wajahnya sembab seperti habis menangis.
Dia adalah Lisa, sahabat ku dari
kecil. Dia tinggal serumah dengan orang tuaku karena orang tuanya meninggal dan
dia diasuh oleh orang tuaku karena dia anak semata wayang dan saudara-saudaranya
entah kemana.
Matahari mulai menampakkan dirinya. Lisa
terbangun dan merasa kepalanya pusing. Ia menyadari
bahwa di sofa samping tempat tidurnya ada Alex yang tertidur pulas. Dan Alex
mulai membuka matanya dan langsung menghampiri Lisa.
‘’Bagaimana keadaanmu?’’
"Aku sudah merasa baikan tapi masih
sedikit pusing.’’
‘’Ya sudah kalau begitu kau
istirahat saja aku akan membelikan makanan untuk sarapan.’’
Alex langsung keluar kamar dan
bergegas untuk mandi.
Setelah 30 menit, makanan sudah siap, dan mereka makan
bersama di meja makan. Suasana mereka sangat hening hanya suara gesekan piring
dan sendok saja yang terdengar. Lisa terdiam dan merasa nafsu makannya hilang. Tidak
seperti biasanya yang kehidupan sehari-harinya ceria dan selalu dipenuhi dengan
canda tawa.
Alex merasa heran dan bingung dengan sikap Lisa yang
seperti ini.
‘’Aku akan pergi ke kamar dulu, badan ku masih terasa
tidak enak.’’
‘’Selesaikan dulu makananmu!’’
‘’Tidak, aku sedang tidak nafsu makan.’’
‘’Biasanya jika Lisa sedang ada masalah dia selalu
bercerita, tetapi kali ini tidak. Mungkin ia hanya butuh waktu untuk bercerita
dengan ku.’’ Pikir Alex.
Setelah beberapa hari aku mulai menanyakan Lisa mengenai
masalah tersebut. Dan Lisa mulai bercerita. Ternyata itu masalah pecintaan. Dia
menyukai seorang dokter kecantikan yang sikapnya sangat baik sekali. Selama Lisa
bertemu dengan dokter tersebut ia berbohong bahwa ia adalah seorang atlet senam
yang sebenarnya Lisa adalah seorang atlet panjat tebing yang tidak memerdulikan
kecantikannya. Ia datang ke klinik dokter tersebut hanya untuk
bertemu dengannya. Tetapi dokter itu tidak mnyadari bahwa Lisa menyukainya.
Saat sore itu mereka bertemu dan mulai mengungkapkan
kebenarannya. Lisa merasa bersalah dengan dokter tersebut. Dan akhirnya Lisa
meminta maaf kepada dokter tersebut, tetapi dokter itu juga meminta maaf karena
ia tidak menyadari bahwa Lisa menyukainya. Dan Lisa merasa bahwa ia adalah
seorang pembohong terbesar yang penah ada. Karena Lisa baru pertama kalinya
merasakan jath cinta. Sejak saat itulah Lisa mengurung diri di kamar dan
menghabiskan hanya untuk menangis. Dan sejak saat itu Lisa tidak mau bertemu
dengan dokter tersebut.
Kini Alex sudah mengetahui kenapa Lisa bersikap
berbeda. Sebenarnya Alex sudah menyukai Lisa sejak saat masih kecil. Ia
mempunyai rasa lebih daripada seorang teman.
Setelah beberapi minggu dari kejadian itu, Alex mulai
mengungkapkan perasaannya kepada Lisa. Tetapi Lisa sudah menganggapnya sebagai
seorang sahabat sekaligus sebagai kakaknya yang selalu menjaganya. setelah
beberapa hari pengakuan tersebut ia mengurung diri dikamar dan memikirkan hal
itu.
Pada malam harinya, Lisa mengajak Alex untuk
jalan-jalan berdua dan ada hal yang perlu dibicarakan dengan Alex. Mereka berjalan
menuju taman. Dan Lisa memulai berbicara.
‘’Setelah bebarapa hari, aku sudah memikirkannya. Aku rasa
aku mulai menyukai mu. Aku tidak tahu menyukai mu sebagai seorang sahabat atau
sebagai seorang pria. Aku memutuskan…’’
Lisa berhenti berbicara karena tiba-tiba Alex
memeluknya. Dan setelah itu mereka memutuskan untuk menjalin hubungan.



